KELOMPOK : 5
MATERI : KHALIFAH TURKI USMANI (1512-1924 M)
NO
|
NAMA
|
FOTO
|
DEFINISI
|
1.
|
SULTAN SALIM I (1512-1520 M)
|
|
Salim I dilahirkan di Amasya tahun 1465. Ayahnya adalah Sultan Bayazid II (1481-1512). Ibunya bernama Ayşe Hatun dari Dulkadir. Pada tanggal 25 April 1512. Salim I, ia sangat kejam, dalam sejarah Eropa dikenal sebagai Salim the Grim. Ia menaklukkan Asia Kecil, Persia, Kaldiran, dan Mesir. Dan juga berhasil menaklukkan Sultan Mamluk (1517 M). ia memindahkan Khalifah boneka Bani Abbas ke Konstantinopel yang bernama Ahmad dan mengambil gelar secara sakral yang kemudian digunakan oleh sultan Turki, Salim I, sehingga kota tersebut berubah menjadi Istambul.
|
2.
|
SULAIMAN AGUNG (1520-1566 M)
|
|
Sulaiman Agung (1520-1566), mendapat julukan Sulaiman al-Qanuni, pada masanya disusun sebuah kitab undang-undang (qanun), Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur dan berhasil membawa kejayaan islam, dan ia pula berhasil menterjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Turki. Sulaiman jug berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki Usmani pada masanya mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa.
|
3.
|
SULTAN SELIM II (1566-1573 M)
|
|
Selim II (bahasa Turki Ottoman: سليمثانى Selīm-i sānī, bahasa Turki: II. Selim) (28 Mei 1524 – 12 Desember1574) adalah Sultan Turki Ottomandari 1566 hingga kematiannya. Ia adalah putra Suleiman yang Agung(1520–66) dan isteri kesayangannya Roxelana (juga Hurrem atau Anastasia Lisovska)Salim II (1566-1573 M), Di masa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol.
|
4.
|
SULTAN MURAD III (1574-1595 M)
|
|
Murad III (bahasa Turki Ottoman: مراد ثالث Murād-i sālis, bahasa Turki:III.Murat) (4 Juli 1546 – 15 Januari 1595) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1574 hingga kematiannya.Murad III adalah putera sulung sultan Selim II (1566–74) dan valide sultan Nur-Banu (lahirCecilia Venier-Baffo) dan menggantikan ayahandanya pada 1574. Sultan Murad III (1574-1595 M)berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yangjelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.
|
5.
|
SULTAN MUHAMMAD III (1595-1603 M)
|
|
Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.
|
6.
|
SULTAN AHMAD I (1603-1617 M)
|
|
Sultan Ahmad I ( 1603-1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama (1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta
|
7.
|
MUSTAFA I (1617-1618 M)
|
|
Mustafa I (1592 – 20 Januari 1639) (bahasa Arab: مصطفى الأول) adalahSultan Turki Utsmani dari 1617 hingga 1618 dan dari 1622 hingga 1623. Saudara Ahmed I (1603–17), Mustafa I dilaporkan menderita retardasi mental atau setidaknya mengidap penyakit saraf dan tak pernah lebih dari seprangkat klik pengadilan di Istana Topkapı. Semasa pemerintahan saudaranya, ia dikurung di ruangannya dalam penjara sesungguhnya selaam 14 tahun.
|
8.
|
USMAN II (1618-1622 M)
|
|
Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.
|
9.
|
MUSTAFA I (1622-1623 M)
|
|
kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta
|
10.
|
SULTAN MURAD IV (1623-1640 M)
|
|
Sultan murad IV lahir pada tanggal 26 juli 1612 M, dan meninggal pada tanggal 09 february 1640 (umur 27 tahun).Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara
|
11.
|
SULTAN IBRAHIM (1640-1648 M)
|
Ibrahim (5 November 1615 – Istanbul,12/18 Agustus 1648) adalah SultanTurki Usmani dari 1640 hingga 1648. Secara tidak resmi ia sering disebut sebagai Ibrahim yang Gila (bahasa Turki: Deli Ibrahim) karena keadaan jiwanya. Salah satu Sultan Ottoman yang terkenal, ia dibebaskan dari Kafesdan menggantikan kakandanya Murad IV (1623–40) pada tahun 1640, Ia dikenal tergoda dengan wanita gemuk,Awalnya Ibrahim meninggalkan politik, namun akhirnya ia mengadakan peningkatan dan hukuman mati sejumlahwazir. Perang dengan Venesiadikumabdangkan, dan meski La Serenissima turun, kapal-kapal Venesiamenang perang sepanjang Aegea, merebut Tenedos (1646),pintu gerbangLaut Dardanella. Pemerintahan Ibrahim berkembang lebih pesat dari yang diperkirakan. Akhirnya, ia dijatuhkan di sebuah kudeta yang dipimpin oleh Mufti Agung. Ada cerita meragukan bahwa Mufti Agung berbuat demikian karena keputusan Ibrahim menenggelamkan 280 orang-orang harem
| |
12.
|
SULTAN MEHMED IV / MOHAMMED IV (1648-1687 M)
|
Mehmed IV juga dikenal sebagaiMohammed IV (bahasa Arab محمد الرابع) (lahir 2 Januari 1642, mangkat1693) adalah sultan Turki Ottoman dari1648 hingga 1687. Ia adalah putra Sultan İbrahim I dan permaisurinyaTurhan Hadice
| |
13.
|
SULTAN SULEIMAN II (1620-1666)
|
Suleiman II (15 April 1642 – 1691) (bahasa Turki Utsmani: سليمان ثانىSüleymān-i sānī) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1620 hingga 1666. AdindaMehmed IV (1648–87), Suleiman II menghabiskan sebagian besar hidupnya di kafes (sangkar), sejenis tahanan mewah buat pangeran di Istana Topkapı(dirancang untuk memastikan takkan ada pemberontakan). Saat didekati naik tahta setelah terdepaknya kakandanya pada 1687, Suleiman II mengira bahwa delegasi itu akan datang membunuhnya dan satu-satunya cara memengaruhi adalah ia bisa digoda keluar istananya untuk bersiap dianugerahi pedangkhalifah secara seremonial. Sulit mengendalikan diri, Suleiman II membuat pilihan cerdas dengan mengangkat Ahmed Faizil Köprülüsebagai Raja Muda. Di bawah kepemimpinan Köprülü Turkimenghambat gerak maju Austria keSerbia dan membasmi pemberontakan diBulgaria. Selama gerakan mengambil kembali Hongaria timur, Köprülü dikalahkan dan syahid di tangan Ludwig Wilhelm dari Baden dalam Szlankamenpada 1690.
| |
14.
|
SULTAN AHMED II (1691-1695 M)
|
Ahmed II (bahasa Turki Ottoman: احمد ثانى Aḥmed-i sānī) (25 Februari 1643 –1695) adalah Sultan Turki Ottoman dari1691 hingga 1695. Ahmed II adalah putra Sultan Ibrahim I (1640–48) dan menggantikan saudaranya Suleiman II(1687–91) pada 1691. Tindakan Ahmed II yang banyak diingat adalah pengangkatan Mustafa Köprülü sebagairaja muda. Hanya beberapa minggu setelah kenaikannya Kesultanan Ottomanmendapat kekalahan besar dalamPertempuran Slankamen dari Austria di bawah Ludwig Wilhelm dari Baden dan dipukul ke Hongaria. Selama 4 tahun masa pemerintahannya bencana demi bencana terus melanda negerinya, dan pada 1695 Ahmed II meninggal, lelah akibat penyakit dan kedukaan.
| |
15.
|
SULTAN MUSTHOFA II (1695-1703 M)
|
Mustafa II (bahasa Turki Utsmani: مصطفى ثانى Muṣṭafā-yi sānī; lahir 6 Februari 1664 – meninggal 28 Desember1703 pada umur 39 tahun) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1695 hingga 1703. Ia adalah putra sultan Mehmet IV(1648–87) dan turun tahta demi kepentingan saudaranya Ahmed III (1703–30) pada 1703. Di akhir kekuasaannya, Mustafa II mencoba memperbaiki kekuasaan, yang hanya menjadi jabatan simbolis sejak pertengahan 1600-an, saat Mehmed IV memberikan kekuasaannya pada Raja Muda. Strategi Mustafa II adalah menciptakan dasar alternatif baginya membuat kedudukan timar, anggota kavaleri Kesultanan Ottoman, setia padanya. Namun, timar-timar itu, pada titik ini bertambah menjadi bagian usang mesin militer Turki Utsmani. Strategi itu (disebut "kejadian Edirne" oleh sejarawan) gagal, dan Mustafa II didepak pada tahun yang sama, 1703.
| |
16.
|
SULTAN AHMED III (1703-1730 M)
| Ahmed III (30 Desember 1673 – 1 Juli 1736) adalah khalifah Turki Usmani dan putra Sultan Mehmed IV. Naik tahta berkat Bâb-ı Âli pada tahun 1703 setelah mundurnya saudaranya Mustafa II.Ahmed membangun hubungan baik dengan Inggris, mengingat ancaman Rusia. Negaranya memberikan perlindungan pada Raja Karl XII dari Swedia yang kalah perang dalam Pertempuran Poltava pada tahun 1709 pada zaman Tsar Pyotr Agung. Karena harapannya untuk berperang mewanan Rusia, sultan ini mengumumkan perang terhadap saingannya di utara, di bawah pimpinan Wazir Agung Baltaji Mahommed Paşa pasukan Turki berhasil memaksa Rusia bertekuk lutut di Sungai Prut tahun1711.Perang itu diakhiri dengan perjanjian yang menuntut pengembalian Azov kepada Turki, penghancuran sejumlah benteng yang dibangun untuk Rusia, sedangkan Tsar berjanji untuk berhenti ikut campur dalam urusanPersemakmuran Polandia-Lituania. Harapan Sultan untuk berjalan menerobos Moskow hampir saja berhasil kalau saja tidak ada serangan Safavid ke negaranya.Serangan Persiamenimbulkan kekacauan di dalam negeri, menimbulkan pemberontakan Yennisari, yang menyebabkannya turun tahta pada bulan September 1730. Ia mangkat dalam tahanan 5 tahun kemudian. Pemerintahan Ahmed III, yang berlangsung selama 27 tahun, meski ditandai dengan bencanaPerang Turki Besar, tidak berhasil karena daerah Balkan terpaksa hilang ke tangan Monarki Habsburg. Di masanya, keuangan Turki berjalan baik, diperoleh tanpapajak berlebihan maupun PungLi. Di masa pemerintahannya pula, terjadi perubahan penting diKepangeranan Donau. | |
17.
|
SULTAN MAHMUD I (1730-1754 M)
|
Mahmud I (bahasa Arab محمودالأول) (2 Agustus 1696 – 13 Desember 1754) adalah Sultan Kesultanan Usmaniyahdari 1730 hingga 1754. Ia adalah putera Mustafa II (1695–1703) dan kakanda dari Osman III (1754–57).Mahmud I diakui sebagai sultan oleh pemberontak begitupun pejabat pengadilan namun beberapa minggu setelah penobatannya negara berada di tangan pemberontak. Ketua mereka, Patrona Halil, berpacu dengan sultan baru ke Masjid Eyub di mana upacara Mahmud I yang segera mulai dengan pedang Othman dilaksanakan; banyak perwira kepala yang didepak dan pengganti mereka yang diangkat atas perintah pemberontak yang pemberani yang telah bertugas di tingkat Yennisari dan yang muncul sebelum sultan bertelanjang kaki dan di seragam lamanya sebagai prajurit biasa. Seorang jagal Yunani yang bernama Yanaki telah menghargai Patrona dan meminjaminya uang selama 3 hari kekacauan. Patrona menunjukkan terima kasihnya dengan memaksa Divan mengangkat Yanaki sebagai Hospodar Moldova. Keangkaraan kepala pemberontak membuatnya tak lama didukung. Khan Krimea, yang diancam mundur, berada di Istambul dan dengan asistennya Wazir Agung, Mufti dan AgaYeniceri berhasil membebaskan pemerintahan dari perbudakan. Patrona dibunuh dalam kehadiran sultan setelah sebuah Divan yang ia meminta perang mesti dideklarasikan terhadap Rusia. Istri Yunaninya, Yanaki, dan 7.000 orang yang mendukungnya juga dihukum mati. Kecemburuan yang dirasakan perwira Yenisari terhadap Patrona, dan kesiapan mereka untuk membantu pengancurannya, banyak membantu pengerahan tenaga pendukung Mahmud I dalam mengakhiri pemerintahan pemberontak setelah berlangsung hampir 2 bulan.masa-masa akhir pemerintahan Mahmud I didominasi perang dengan Persia danRusia.Mahmud I mempercayakan pemerintahan kepada wazirnya dan menghabiskan sebagian besar waktunya menyusun puisi.
| |
18.
|
SULTAN USMAN III (1754-1757 M)
| Osman III (bahasa Turki Ottoman: عثمان ثالث ‘Osmān-i sālis) (2 Januari1699 – 30 Oktober 1757) adalahSultan Turki Utsmani dari 1754hingga 1757.Adinda dari Mahmud I(1730–54) dan putra Mustafa II(1695–1703), Osman III sebenarnya pangeran tiada arti. Masa jabatannya yang pendek dicatat sebagai masa di mana intoleransi di antara nonmuslim (Orang Kristendan Yahudi diminta mengenakan pakaian atau lencana khusus) bertambah dan kebakaran diIstanbul.Osman III menghabiskan sebagian besar hidupnya di tahanan, dan saat menjadi Sultan ia menunjukkan keanehan tingkah laku. Tak seperti sultan sebelumnya, ia benci musik, dan mengusir semua musikus keluar istana. Juga tinggal di "kafes", istana tahanan di "harem" yang berisi para budak rumah tangga wanita ia tak menyukai persahabatan dengan wanita, sehingga ia mengenakan sepatu besi agar tak melalui jalanan dengan wanita manapun. Dengan mengenakan sepatu itu mereka akan mendengarnya mendekat lalu menjauh | |
19.
|
Mustafa III (bahasa Arab: مصطفى الثالث) (lahir 28 Januari 1717, meninggal 21 Januari 1774) adalah sultan Kesultanan Usmaniyah. Seorang penguasa yang bersemangat dan cerdik, Mustafa III mencoba memodernkan pasukan dan mesin dalam negeri untuk membawa negerinya sama dengan Kuasa Eropa. Ia melindungi layanan jenderal asing untuk mengawali reformasi infantri dan artileri. Sultan juga memerintahkan pendirian Akademi Matematika, Navigasi, dan Sains. Sayangnya negara Ottoman telah menurun begitu jauh. Sadar akan lemahnya militer negerinya, Mustafa III menghindari perang dan tak sanggup mencegah aneksasi Krimea oleh Katarina II dari Rusia (1762–96). Namun, aksi ini, bersama dengan agresi Rusia lebih lanjut di Polandia memaksa Mustafa III menyatakan perang di St. Petersburg segera sebelum kematiannya. Dalam serangkaian korespondensi antara pemikir Prancis terkemuka Voltairedan Katarina yang Agung, Mustafa III selalu menjadi bahan ejekan, dan Voltaire menyebutnya "gemuk dan bodoh". [1]Mustafa memiliki 2 putera yang bernama Selim dan Mohammed. Ia juga memiliki 5 puteri.
| ||
20.
|
SULTAN ABDUL HAMID (1774-1789 M)
|
Abd-ul-Hamid I (20 Maret 1725 - 7 April 1789) adalah sultan Turki Ottomandari 1774 hingga kematiannya.Abd-ul-Hamid I adalah seorang penguasa yang lemah. Perang diumumkan terhadapKekaisaran Rusia dan kurang dari setahun ia naik tahta, pasukannya kalah dalam Pertempuran Kozluja yang membuat Turki Usmani terpaksa menandatangani Perjanjian Küçük Kaynarca pada tanggal 21 Juli 1774. Meskipun banyak kelemahan, ia dipandang sebagai sultan paling berhasil di negaranya karena ia membentukpasukan pemadam kebakaran, menjalankan kebijakan reformasi, perbaikan militer, naiknya standar pendidikan, dll.Abd-ul-Hamid I kemudian berhasil meredam sejumlah pemberontakan di sejumlah provinsi, namun ia kehilangan Krimea setelah berperang melawan Rusia, 2 tahun sebelum kematiannya.
| |
21.
|
SULTAN SELM III (1789-1807 M)
| Sultan Selim III (lahir di Istanbul, 24 Desember 1761 – meninggal di Istanbul, 28 Juli 1808 pada umur 46 tahun) adalah Sultan Turki Usmani, ananda dari Mustafa III dan menggantikan pamandanya Abd-ul-Hamid I. Ia memerintah antara 7 April 1789 hingga 29 Mei 1807. Seorang pecinta musik, Sultan Selim III juga seorang komponis dan pemain sandiwara yang bagus. Pasukan Yennisari menggulingkan Sultan Selim III dan ia digantikan oleh keponakannya Mustafa IV. Selim III sendiri meninggal akibat dibunuh. | |
22.
|
SULTAN MUSTHOFA IV (1807-1808 M)
| ![]() |
Mustafa IV (bahasa Turki Ottoman: مصطفى رابع Muṣṭafā-yi rābi‘, lahir diIstanbul, 8 September 1779 – meninggal di Istanbul, 15 November 1808 pada umur 29 tahun) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1807 hingga 1808. Ayahandanya adalah Abdülhamid I (1774–89). Selama masa pemerintahan Selim III (1789–1807), Mustafa dianggap menguntungkan oleh Sultan.Namun, saat pemberontakan yeniçeri merebak pada masa Selim III, Mustafa membangkang terhadap Sultan dan mendukung yeniceri yang menjatuhkan Sultan tua, dan membuat Mustafa IV sebagai penguasa baru. Namun, simpati buat Selim III terus berlangsung, dan pada 1808 sebuah pasukan di bawah Mustafa Bayrakdar berangkat ke Istanbul untuk mengembalikan Selim III ke tahta..
|
23.
|
SULTAN MAHMUD II (1808-1839 M)
|
Sultan Mahmud II (1784-1839) ialah khalifah Turki Utsmani antara 1808-1839. Ia adalah Khalifah yang mendorong Dunia Islam meniru Barat.Di Bawah kepemimpinannya sebagai Daulah Islamiyah Ustmaniyah (Benteng umat Islam) Turki Utsmani sangat maju pesat dan Negara Maju. Di zamannya, khilafah mulai mengadopsi peraturan perundangan dari Eropa (Tanzimat Revolution).
| |
24.
|
SULTAN ABDUL MAJID I (1839-1861 M)
| Abd-ul-Majid I (bahasa Arab: عبد المجيد الأول) (ejaan lain 'Abd ül-Mecid, Abdülmecit dan Abd-ul-Mejid) (23 April 1823 — 25 Juni1861) adalah sultan Turki Usmanidan menggantikan ayahnyaMahmud II pada tanggal 2 Juli1839.[1] Masa pemerintahannya ditandai dengan bangkitnyanasionalisme di negara itu dan menempa persekutuan dengan kekuatan utama Eropa. Abd-ul-Majid I, adalah ayah dari 4 orang sultan (Murat V, Abdülhamit II,Mehmet V Reşat dan Mehmet VIVahdeddin (sultan ke-2 sebelum pembubaran Turki Usmani). Ia menitahkan pemugaran terhadapHagia Sophia, yang diawasi oleharsitek Swiss Gaspar Fossati. | |
25.
|
SULTAN ABDUL AZIZ (1861-1876)
|
Abd-ul-Aziz (8 Februari 1830-1876) ialah khalifah Turki Utsmani yang memerintah antara 1861-1876. Lahir tahun 1830. Menduduki tahta 1861 dan dicopot dari kedudukannya 1876, dan 4 hari setelah pencopotannya meninggal. Banyak sejarawan yakin bahwa ia mati syahid setelah anggota Turki Muda mengatur persekongkolan untuk membunuhnya dan mengumumkan kematiannya. Ia mempersiapkan armada laut Utsmani yang menggentarkan dengan menjadikannya armada nomor 3 di dunia saat itu, dan meningkatkan kekuatan darat sampai 700.000 pasukan dengan persenjataan terbaru. Ia membangun sekian sekolah penting, seperti sekolah pertambangan dan pertanahan serta sekolah tinggi militer. Ia pernah berkunjung ke Mesir, Perancis, Inggris, Prusia, Austria, dan Hongaria. Ia pergi ke Eropa untuk memengaruhi Perancis membela khilafah Turki Utsmani, bukannya Rusia, di samping menggalang kelompok Eropa untuk menghadapi kekuatan Rusia.Di zamannya al-Ahkamul 'Adhiyah terbit di bawah pengawasan Ahmad Jawdat Pasha, serta Terusan Suez dibuka.
| |
26.
|
SULTAN MURAD V (1876 M)
|
Murad V ialah khalifah Turki Utsmani yang memerintah pada1876. Lahir 1840 dan menjadisultan saat berusia 36 tahun. Ia memerintah hanya 93 hari dan meninggal 1904. Ia amat menyukai dan mencintai musik serta menguasai Bahasa Prancis. Ia berhubungan erat dengan anggotaTurki Muda dan menolongnya, materiil maupun moril. Ia masukFreemasonry saat di London, dan mencapai kekuasaan kesultanan setelah Sultan Abd-ul-Azizdigulingkan Turki Muda yang dipimpin Midhat Pasha. Ia menderita penyakit gila dan muncullah pemberontakan untuk menggulingkannya, dan menggantikannya dengan Abdul Hamid II. Sebagian pemberontak kemudian memberontak lagi untuk mengangkat Murad V, namun dikalahkan lagi.
| |
27.
|
SULTAN ABDUL HAMID II (1876-1909 M)
| Sultan Abd-ul-Hamid II (21 September 1842–10 Februari 1918) ialah sultan (khalifah) ke-27 yang memerintah Daulah Khilafah Islamiyah Turki Utsmani. Abd-ul-Hamid menggantikan saudaranya Sultan Murad V pada 31 Agustus1876. Pada 1909 Sultan Abd-ul-Hamid II dicopot kekuasaannya melalui kudeta militer, sekaligus memaksanya untuk mengumumkan sistem pemerintahan perwakilan dan membentuk parlemen untuk yang kedua kalinya. Ia diasingkan ke Tesalonika, Yunani. SelamaPerang Dunia I, ia dipindahkan ke Istana Belarbe. Pada 10 Februari1918, Abd-ul-Hamid II meninggal tanpa bisa menyaksikan runtuhnya institusi Negara Khilafah (1924), suatu peristiwa yang dihindari terjadi pada masa pemerintahannya. Ia digantikan oleh saudaranya Sultan Muhammad Reshad (Mehmed V) . Jalur kereta api Hijaz yang menghubungkan antara Damaskus dengan Madinahdioperasikan. Rencananya, Jalur ini akan dihubungkan sampai Mekkahdan Jeddah. Namun karena keterbatasan dana dan sering adanya gangguan dari para pemuka suku setempat, jalur ini hanya dihubungkan sampai dengan Madinah. Keberadaan Jalur ini sangat mempermudah kelancaran jamaah haji dengan sarana transportasi modern saat itu. Berbeda dengan jalur di Timur Tengah lainnya seperti halnya Jalur kereta api Baghdad, Jalur kereta api ini dibangun tanpa bantuan dari luar negeri khususnya kekaisaran Jerman. | |
28.
|
SULTAN MEHMED RESAT (1909-1918 M)
| Sultan Mehmed Resat (bergelarKhalifah Muhammad Al Rishad V; lahir 2 November 1844 – meninggal3 Juli 1918 pada umur 73 tahun) ialah khalifah Turki Utsmani yang memerintah antara 1909-1918. Ia menduduki Kursi Kekhalifahan setelah penggulingan KhalifahAbdul Hamid II dari tahta pada usia 65 tahun. Ia belajar 2 tsaqofah, Timur dan Barat. Ia menjadi Khalifah pertama yang memerintah di bawah perjanjian al-Masyruthiyah Party Union Progessdan tak memiliki kekuasaan mutlak, dan membiarkan jalannya pemerintahan berada pada Orang - Orang Sekular. Pada masanya terjadi Perang Tripoli (1911) antara Ottoman dan orang-orang Libyamelawan Italia, kemudian Perang Kemerdekaan Eropa Timur / Perang Balkan I (1912) antaraKhilafah Ottoman melawanNasionalis Yunani, Nasionalis Bulgaria, Nasionalis Serbia,Nasionalis Romania, Nasionalis Bosnian, dan Nasionalis Montenegro Negara tersebut menuntut Kemerdekaannya, laluPerang Dunia I (1914—1918) kala Perang Dunia I Khilafah Ottoman berada di blok sentral dengan Jerman melawan sekutu.Beliau adalah Khalifah yang terakhir menyerukan JIHAD kepada kaum Muslimin untuk bangkit melawan Kolonialisme. | |
29.
|
SULTAN MEHMED VI (1918-1922 M)
| Mehmed VI (bahasa Arab: محمد السادس), nama asli Mehmed Vahdettin atau Mehmed Vahideddin, (14 Januari 1861 – 16 Mei 1926) ialah khalifah ke-40 Turki Utsmani, menjabat antara tahun1918–1922. Ia juga Khalifah Islam ke-100. Saudara Mehmed V Resat, ia naik tahta akibat bunuh dirinyaYusuf Izzetin, pewaris tahta. Ia bertahta mulai tanggal 4 Juli 1918, sebagai padishah ke-36. | |
30.
|
SULTAN ABDUL MAJID (1922-1924)
| Abdul Majid lahir 29 Mei 1868meninggal 23 Agustus 1944 ia menjabat dari 19 November 1922 –3 Maret 1924) ialah kalifah terakhirTurki Utsmani, khalifah ke-101 sejakAbu Bakar.Lahir pada 29 Mei 1868di Istana Dolmabahçe di Istanbul(bekas Konstantinopel) dari SultanAbd-ul-Aziz. Ia dididik secara pribadi. Pada 4 Juli 1918saudaranya Mehmed VI menjadi Sultan. Menyusul pendepakan sepupunya dari tahta pada 1 November 1922 jabatan sultan dihapuskan. Namun pada 19 November 1922, ia diangkat sebagai khalifah oleh Majelis Nasional Turki di Ankara. Ia memerintah dari Istanbul, pada 24 November 1922. Pada 3 Maret 1924ia diturunkan dan diusir dari Turkibersama dengan sisa keluarganya.Pada 23 Desember1896 ia menikah buat pertama kalinya di Istana Ortaköy denganShahsuvar Bash Kadin Effendi (Istanbul 2 Mei 1881 – Paris 1945). Mereka memiliki seorang putra, Shehzade Ömer Faruk Effendi (27 Februari 1898 – 28 Maret 1969).Pada 18 Juni 1902 ia menikah untuk kedua kalinya di Istana Ortaköy dengan Hair un-nisaKadin Effendi (terlahir: Panderma, 2 Maret 1876; meninggal: Nice, 3 September 1936). Mereka memiliki seorang putri, Hadice Hayriye Ayshe Dürrühsehvar (26 Januari 1914 – 7 Februari 2006) yang menikah dengan Azam Jah, putra Nizam Hyderabad terakhir.Pada 16 April1912 ia menikah untuk ketiga kalinya di Istana Çamlica denganAtiya Mihisti Kadin Effendi (lahir diAdapazari, 27 Januari 1892 –London, 1964). Ia adalah saudariKamil Bey.Pada 21 Maret 1921 ia menikah untuk keempat kalinya di Istana Çamlica dengan Bihruz Kadin Effendi (lahir: Izmir, 24 Mei1903).Pada 23 Agustus 1944 Abdul Mejid II meninggal di kediamannya di Boulevard Suchet, Paris XVIe,Perancis. Ia dimakamkan di Haram-i-Sharif, Madinah, Arab Saudi. |




















